Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2022

Kenduri

Menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini, sudah setahun ibu meninggalkan kami. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, serasa baru kemarin ibuk masih ada di samping tidurku. Tradisi kenduri atau kirim doa masih melekat di keluarga kami, sehingg ketika ibu kami meninggal dunia, tak terlewatkan acara tiga hari, tujuh hari, empat puluh hari, pendak 1 , pendak 2, dan nyewu.  Tradisi ini bertujuan untuk mengirim doa kepada ahli kubur dan sebagai shodaqoh. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan pembacaan doa oleh satu orang kemudian di bagikan berkat berupa kue dan atau nasi. Kami lima bersaudara, dengan jarak usia yang tak begitu lama yaitu dua tahun atau tiga tahun. Meskipun usia tak terpaut lama, kami hidup rukun. Apapun permasalahan dalam keluarga selalu diselesaikan dengan musyawarah bersama. Salah satu masalah yang sering dimusyawarahkan yaitu kenduri atau kirim doa ibu. Mulai tiga hari, tujuh hari, empat puluh hari dan pendak 1  kami selalu berembug, mulai dari biaya, tamu, be...

Riweh

Semenjak kelahiran anak keduaku, aku mencari asisten rumah tangga yang membantu mengurus segala pekerjaan rumah, mulai memasak, menyapu, mencuci dan menyetrika pakaian.  Sri, asisten rumah tanggaku masih sangat muda. Cewek lulusan SMP ini sudah ahli melakukan pekerjaan rumah, sebab sebelum bekerja, ia telah mengikuti pelatihan di balai latihan kerja yayasan yang menaunginya.  Lebaran hari raya Idul Fitri, Sri berpamitan mudik ke kampung halamannya, Ngawi. Segala pekerjaan rumah tangga beralih padaku. Aku berniat sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui, sekali aku masuk dapur berbagai aktivitas perdapuran segera bisa kuatasi. Selepas bangun tidur, kumulai aktivitas pagi ini dengan memasak nasi menggunakan penanak nasi listrik,  magic com. Alat masak cukup praktis, setelah air dan nasi dimasukkan kedalamnya, beberapa menit kemudian akan matang dengan sendirinya. Kudidihkan sepanci air pada kompor gas, sembari menunggu air mendidih mesin cuci tak kubiarkan ongkang-...

Gegara Bucin

Keluarga Sudirja, tersohor akan kekayaan dan kewibawaannya. Berbagai bidang bisnis digelutinya, mulai bisnis makanan hingga properti. Jiwa enterpreneur  mengalir dari ayah hingga cucu-cucunya. Sifat ulet, pekerja keras dan pantang menyerah merupakan kunci kesuksesannya. Reno, cucu kedua dari bapak Sudirja mendapatkan amanah menjalankan bisnis properti di kota Serang, salah satu cabang perusahaan Sudirja Corp telah berhasil membuat perusahaannya menjadi yang terbesar di Serang. Berbagai penghargaan  telah diraih atas kesuksesan Reno.  Rasa cinta Reno pada kekasihnya, Hanna sangat besar, hingga sedetikpun tak ingin terlepas dari pandangannya. Sebutan  Bucin atau Budak Cinta pada Reno disematkan oleh teman-temannya. Saking besarnya cinta Reno pada Hanna, ia sanggup melakukan apapun untuk memenuhi keinginan Hanna. Setahun menjalin hubungan asmara dengan Hanna, Renno terjebak dalam  pergaulan yang salah, ternyata Hanna seorang pecandu narkoba. Cinta memang buta...

Mbok nah

Mbok nah, kami biasa memanggilnya. Nenek tua yang sudah berusia hampir delapan puluh tahun ini harus berjuang sekuat tenaga menghidupi anak dan cucunya. Semenjak ditinggal mati suaminya dua tahun lalu, mbok nah harus rela hidup di bawah kolong jembatan. Rumah dan segala harta benda peninggalan suaminya habis dijual untuk menyelamatkan nyawa cucunya, Siti yang mengidap penyakit leukimia atau kanker darah.  Orang tua Siti hidup serba kekurangan, untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya mereka mengandalkan upah buruh panggul di pasar besar yang jaraknya sekitar dua kilometer dari rumahnya.  "Mbok, di belakang rumah ada botol dan kaleng bekas, jika mau silhkan di ambil", ucapku sembari menuntun tangan mbok Nah ke belakang rumah. Mbok Nah bekerja sebagai pemulung di perumahan tempat tinggalku. Usia yang sudah tak muda sehingga tenagapun tak sekuat dulu, untuk berjalan pun harus menggunakan tongkat sebagai penopang. Keriput terlihat jelas di wajah dan tangan mbok Nah, badanpun kian...

Tertunduk Lemas

Heru, temanku sejak di bangku sekolah dasar. Selepas sekolah, kami sering bermain di sungai bersama teman lainnya. Malam hari kita belajar bersama membahas pekerjaan rumah (PR) yang akan di kumpulkan esok hari secara bergantian dari satu rumah ke rumah lainnya.  Setelah lulus sekolah dasar, Heru memilih mondok di salah satu pesantren sedangkan aku melanjutkan di sekolah menengah pertama (SMPN) dan sekolah menengah atas (SMA) di dekat rumahku, karena ibuku tak mengijinkan aku sekolah yang jaraknya jauh dari rumahku.  Setelah kami menamatkan sekolah masing-masing, Tuhan menakdirkan kami bertemu kembali di universitas yang sama. Meskipun berbeda jurusan, kami sering bertemu untuk membahas tugas masing-masing. Tanpa kusadari, suatu saat Heru mengungkapkan perasaannya kepadaku. "San, hari ini aku akan berterus-terang kepadamu, sebenarnya aku mengagumimu dan ingin menjadi seseorang yang spesial dihatimu", ucap Heru. Akupun gelagapan mendengar ucapan Heru, seperti petir di siang bol...

Mujur

Selepas lulus dari salah satu perguruan tinggi negeri di Malang, Diah mengajar salah satu sekolah dasar di desanya sebagai guru honorer. Meskipun gaji perbulannya hanya cukup untuk membeli kosmetik, Diah tetap melaksanakan tugasnya dengan baik.  Sikapnya yang tegas dan humoris dalam mengajar, tak sedikit siswa menyukainya. Berbagai metode pembelajaran yang mengasyikkan memudahkan siswa memahami materi yang disampaikan, sehingga banyak siswanya menjadi juara olimpiade baik tingkat kecamatan maupun kabupaten berasal dari sekolah ini. Nasib baik berpihak pada Diah, setahun mengabdi sebagai guru honorer, ia lolos mengikuti seleksi guru kontrak di dinas setempat. Lagi-lagi keberuntungan memihaknya, panggilan mengikuti sertifikasi guru jatuh padanya, meskipun banyak guru yang sudah lama bekerja di sekolah tersebut belum mendapatkan panggilan. Selang dua tahun, Diah menerima menerima surat keputusan calon pegawai negeri sipil di sekolah dasar negeri yang berbeda dengan tempat mengabdinya ...

Daun Sakti

Harga minyak goreng yang melambung tinggi laksana balon karbit yang kehilangan pemberat memaksa emakku memutar otak dalam menyajikan masakan untuk keluarganya. Lauk yang sering di goreng dengan minyak goreng sekarang sering di kukus atau direbus.  Emakku adalah seorang koki di salah satu restoran terkenal di era tahun tujuh puluhan. Masakannya sangat lezat dan nikmat sehingga tak satupun masakannya tersisa saat dihidangkan di meja makan. Ketika kami sudah bosan dengan masakan serba kukusan atau rebusan, emak mengganti peran minyak goreng dengan daun pisang untuk membuat telur dadar. Daun pisang di letakkan diatas panci atau wajan, setelah layu kemudian telur yang sudah diaduk dengan bumbu di masukkan ke atasnya. "Nduk, minyak goreng di rumah habis, tadi emak memasak telur dengan daun pisang. Cicipilah, rasanya pasti lezat", ucap emakku. Segera kubergegas makan dengan lauk telur dadar. Memang benar, rasanya lezat seperti dimasak dengan minyak goreng, ada bau khas daun pisangny...

Kepothokan

Ibuku dulu seorang master chef terkenal di desaku,   masakannya sungguh luar biasa enaknya. Kala masih muda, beliau sering diundang tetangga yang memiliki hajat besar untuk memasak. Karena usia yang tak lagi muda dan tenaga tak sekuat kuda, ayahku melarangnya untuk mengiyakan permintaan untuk memasakkan tetangga yang akan memiliki hajat. "Sudah buk, masak di rumah saja, jangan kesana-kemari, jaga kesehatanmu toh anak-anak sudah besar, sudah bisa cari uang sendiri", nasihat ayahku.  Harga minyak goreng saat ini memang melambung tinggi selaksa balon karbit yang lepas dari pemberatnya. Ibu-ibu menjerit, pedagang gorengan menangis pilu dibuatnya. Rakyat jelata diombang-ambingkan oleh keadaan. Saat harga minyak goreng ndlosor mereka hilang dari peredaran, seperti hantu yang sebentar datang kemudian menghilang sebaliknya saat harga naik berlipat ganda mereka bertebaran dimana-mana seperti jamur yang tumbuh subur di musim hujan. Selama ini lauk sering dimasak dengan cara di goreng, ...

Los Dol

Hujan deras mengguyur sore itu, kuputuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan pulang kerumah.  Aku berhenti di stasiun pengisian bahan bakar di kecamatan Bangsal. Kulihat jarum spedometer sepeda motorku hampir menyentuh huruf E atau  empty yang menandakan bahan bakarnya habis. "Pak, pertalite dua puluh ribu ya", ucapku pada petugas SPBU. Selesai transaksi kutepikan sepedaku, sembari menunggu hujan reda. Rintik hujan masih turun membasahi bumi, kulanjutkan perjalanan pulang kerumah sebab hari sudah mulai petang. Aku harus mengendara ekstra hati-hati karena jalanan hampir gelap dan berlubang. Waktu menunjukkan pukul enam sore, kudengar suara adzan bersahut-sahutan. Akupun harus segera sampai dirumah agar tidak tertinggal sholat Maghrib. Kulajukan sepeda motorku dengan kecepatan tinggi. Tanpa kusadari ada pengendara lain yang megikutiku. Dengan perasaan was-was akupun takut pada begal yang marak di kota-kota besar. Jantungku berdetak kencang, seperti angin topan menyambar pohon ...

Salah Paham

Seperti biasanya, perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang biasa disebut dengan tujuh belasan di desaku diisi dengan aneka perlombaan seperti tarik tambang, panjat pinang, gobag sodor, lomba makan kerupuk, lomba memasak, lomba karaoke dan lomba menghias tumpeng. Lomba ini diikuti oleh seluruh warga desa mulai anak-anak hingga orang dewasa. Pergelaran lomba dimulai seminggu sebelum tanggal tujuh belas.  Puncak acara perayaan tujuh belasan diisi dengan panggung hiburan. Selain penyerahan hadiah lomba, aneka tarian juga disajikan dalam pentas itu. Tiba-tiba ada kejadian yang tidak mengenakkan. Pak kumis seakan kebakaran jenggot, marah-marah kepada panitia acara. "Apa-apaan ini, joget-joget memakai karpet saya. Kalian tahu nggak  karpet ini saya gunakan untuk sholat keluarga saya. Ini namanya penistaan. Siapa ketua panitianya, ambil barang orang seenak udel e dewe ", teriak pak kumis di ruang panitia.  Beberapa orang mencari Abas selaku ketua panitia tuju...

Kurang Asem

Sepeda motorku sudah saatnya masuk bengkel untuk  service body.  Hampir tiga bulan belum tersentuh pijatan halus pak Sardi, sang mekanik bengkel motor langgananku.  Aku berhenti di salah satu gerai ATM, hendak mengambil beberapa lembar uang untuk biaya service  sepeda. Kulihat masih ada gadis berperawakan tinggi berambut lurus panjang terjuntai tanpa ikat di dalam gerai. Hampir lima belas menit kunanti gadis itu menyelesaikan transaksinya. Sesekali kulihat, ia sibuk memainkan handphone miliknya seperti kebingungan. Kesemutan pada kakiku pun mulai menghampiriku karena lamanya berdiri. Akupun beralih duduk di kursi panjang  terbuat dari besi yang terletak disamping gerai ATM.  Akhirnya gadis tersebut keluar dari gerai. "Alhamdulilah gerai ATM sudah kosong, tibalah giliran ku", bisikku lirih. Akupun berdiri menuju gerai, tiba-tiba kulihat gadis itu menolehkan kepalanya ke kanan dan kekiri seakan hendak mencari bantuan. Benar saja ketika aku melewatinya dia ber...

Salah Sangka

Sudah sebulan lebih tetangga depan rumahku, Bu Nonik menempati rumah barunya tetapi belum sekalipun kami berkunjung ke rumah masing-masing, hanya sekedar bertegur sapa ketika berpapasan di depan rumah. Sebelum subuh rumahnya selalu gelap gulita dan akan menyala kembali malam hari. Entah apa pekerjaannya, setahuku di rumah itu di huni oleh dua orang yaitu ibu dan anak perempuan yang masih seusia sekolah dasar. Bisik-bisik tetangga satu gang di perumahan kami, membicarakan Bu Nonik kian santer seiring munculnya pemberitaan tentang teroris yang kian marak di berbagai kota. Bu Nonik memang sering berpakaian tertutup dan memakai cadar sehingga muncul pemberitaan yang miring padanya. Suatu hari aku pergi ke luar kota, berkunjung ke rumah saudara. Hujan turun amatlah deras, kuhentikan laju sepeda motorku untuk melaksanakan sholat Maghrib di masjid. Saat aku mengambil air wudhu, kulihat seorang ibu dan anaknya melepas kostum kartun Marsha and The Bear  yang hendak ke kamar mandi. Betapa te...

Laora Oh Laora

Malam Minggu malam yang panjang, malam yang asyik buat pacaran. Sepertinya, ungkapan itu tak berlaku bagi Anto sebab ia tak memiliki pacar. Anto adalah jomblo  sejati yang sulit mendapatkan pacar. Seleranya sangatlah tinggi bak gedung pencakar langit. Tubuh langsing, perawakan tinggi, berkulit putih, cantik dan berambut panjang adalah gadis idamannya. Saat malam Minggu Anto pergi ke alun-alun, melepas penat setelah seharian bekerja. Sembari duduk di kursi bawah pohon palem, ia memperhatikan setiap wanita yang lewat dihadapannya. Tak satupun dari mereka yang sesuai dengan kriterianya. Tiba-tiba Anto merasakan perutnya keroncongan, cacing-cacing penghuni perutnya sudah saatnya diberi makan. Sepiring Kupang lontong pojokan alun-alun dimakan dengan lahapnya. Selepas makan, Anto bergegas pulang ke rumahnya. Naas bagi Anto, sesampainya di jembatan gajah Mada, ban sepeda motor yang ditumpanginya bocor sehingga harus di bawa ke bengkel. Hampir satu kilometer perjalanan dilaluinya, tak satu...

Aroma Wangi Misterius

Rumahku bersebelahan dengan rumah guru ngaji yang biasa kami panggil ustad Khori. Beliau seorang hafidz Qur'an jebolan pondok pesantren terkenal di daerah Ngawi. Selain menjadi guru ngaji di masjid Salman, beliau juga mengajar di  madrasah Ibtidaiyah swasta dekat rumahnya. Meskipun demikian, ustad Khori selalu membantu pekerjaan rumah istrinya seperti menyapu, mengepel, mencuci dan menyetrika pakaian. Setahun lalu, ustad khori dipercaya masyarakat menjadi ketua takmir masjid Salman. Masjid terbesar di desa Mojoroto yang terletak di pinggir sawah dengan ukuran yang sangat luas, mewah dan megah. Siapa saja yang menyaksikannya pasti merasa takjub melihat kemegahannya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa ustad khori mengambil libur hari Jum'at, sebab harus mempersiapkan khutbah sholat Jum'at. Seketika aku terbangun karena suara berisik tikus yang berpesta pora di atap rumahku. Kucium aroma wangi di dalam rumahku, semakin lama aroma itu kian menusuk hidung. Jantungku berdeba...

Sekedar Mimpi

Yu mar, kami memanggilnya dengan sebutan itu. Tetanggaku yang memiliki nama lengkap Marsiti ini tergolong orang yang ulet dan suka bekerja keras. Segala pekerjaan dilakoninya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai buruh cuci, buruh setrika, buruh tandur dan buruh masak. Suatu hari yu Mar ada pekerjaan yang sangat banyak, yaitu tandur (menanam ) padi di sawah pak Kusno,  mencuci pakaian di rumah pak Irfan, menyetrika baju di rumah Bu Alvin, memasak di warung Bu Diana.  Sepulang bekerja, yu Mar menemukan sesuatu yang terbungkus tas plastik berwarna hitam. Tanpa pikir panjang, segera diambil barang tersebut. Tas plastik tersebut dibuka, ternyata berisi kotak perhiasan. Alangkah terkejutnya kedua bola matanya melihat seperangkat perhiasan berwarna kuning dengan ukuran besar. "Alhamdulilah nemu rejeki rek, aku iso budal umroh ", bisiknya dalam hati. Bayangan segepok uang jika perhiasan ini dijual untuk mewujudkan cita-citanya umroh ke tanah suci terus menghantuinya. Dengan ba...

Lepas dari Pengait

Atin, nama lengkap dari Prihatiningsih adalah anak seorang petani. Ia bekerja sebagai guru tidak tetap di madrasah yang berada tak jauh dari rumahnya. Gadis lulusan salah satu perguruan tinggi negeri di kota Malang ini berulang kali mengikuti tes calon pegawai negeri sipil tetapi nasib baik belum berpihak padanya. Meskipun seorang guru, Atin tetap membantu pekerjaan ayahnya di sawah meski hanya sekedar mengantar makanan. Berdasarkan pranoto mongso menggunakan perhitungan ilmu "titen", yaitu ilmu yang didapat dengan mengamati fenomena alam, saat ini adalah saat yang tepat untuk memulai menanam padi. Siang ini, Atin mengantar makan siang untuk ibu-ibu petani yang sedang melaksanakan aktivitas tandur . Istilah tandur berasal dari kata tanam mundur, dimana petani menanam padi dengan cara mundur.  Sesampainya di sawah, makanan diletakkan di gubug yang terletak di pojok sebelah kiri. Atin berjalan mengelilingi galengan sawah yang di tanami kacang hijau. Dengan cekatan, ia memetik...

Hanyalah Imitasi

Seperti biasa, selepas sholat subuh baju kotor yang terkumpul di keranjang samping kamar mandi harus segera kucuci sebab mereka akan berkembang biak dan beranak pinak jika dibiarkan terlalu lama. Rombongan baju dan keturunannya kumasukkan dalam mesin cuci merah maroon hadiah jalan santai di desaku dalam rangka peringatan hari kemerdekaan republik Indonesia tahun lalu. Knop wash pada mesin cuci berputar sesuai perintah yang kuberikan. Sembari mesin cuci bekerja, kuambil sapu ijuk yang tergantung dibelakang pintu dapur untuk membersihkan lantai. Alangkah terkejutnya hatiku, seekor ular berwarna hijau melingkar di atas rak piring yang berada tepat di samping meja makan. Jantungku berdetak makin kencang seperti genderang perang bertabuhan. Mulutku komat-kamit membaca istighfar layaknya seorang dukun membaca mantra. Mimpi apa aku semalam, sehingga ada ular yang menyapaku pagi ini. Kuberlari kesana kemari hendak mencari bantuan, tapi tak seorangpun kutemukan. Alhasil kutemukan emak di kebun ...

Tak Berkesudahan

Aku dan temanku, Susan hendak ke desa antah-berantah. Desa yang menjajakan bakso viral saat ini, bakso barongan namanya. Rasa penasaranku pada makanan yang satu ini berkecamuk dalam pikiranku. Hampir tiap hari terbayang-bayang, sebab menurut cerita beraneka macam varian bakso disajikan di sana. Susan kubonceng dengan sepeda matic kesayanganku, sepeda motor warna abu-abu yang selalu setia mengantarkanku kemana saja pergi. Sesampainya di bendungan rolak songo, cuaca kurang bersahabat. Gerimis manis menghampiriku. Masih terlihat jelas air genangan sisa hujan tadi malam bercampur dengan bangkai hewan berukuran kecil bernama klaper. Hewan satu ini memiliki bau sangat amis dan membahayakan pengendara yang melewatinya. Tak jarang banyak pengendara sepeda motor berjatuhan, sebab bangkai klaper dan air membuat jalanan licin.  Bau bangkai klaper semakin lama kian  menusuk hidungku, meskipun sudah kututupi masker. Baunya terus menusuk pangkal hidungku hingga masuk dalam perutku. Rasa mua...

Paku Kiriman

Jam menunjukkan pukul setengah tiga, saatnya kami beranjak meninggalkan tempat kerja. Seperti biasanya, antrian ceklok yang berada di depan ruang TU mengular bak antrian nasabah bank hendak mengambil uang tabungan.  Selepas ceklok, segera kumenuju tempat parkir yang berada di samping kelas dua belas. Tiba-tiba kurasakan hal yang ganjil pada sepeda motorku. Terasa berat saat ku dorong keluar dari tempat parkir. Tetap saja ku kendarai meskipun kurasakan tak senyaman seperti biasanya. Bagian belakang sepeda motorku bergoyang lenggak lenggok seperti penari tik tok yang sedang viral saat ini.  Kuhentikan laju sepeda motorku di depan bengkel. "Pak, tambah angin ban bagian belakang ya", pintaku pada bapak setengah baya penunggu bengkel tersebut. Sejurus kemudian bapak bengkel menjulurkan selang angin ke arah ban sepeda motorku. Belum sempat angin dikeluarkan, bapaknya memintaku melihat kondisi ban sepeda motorku. "Ada dua buah paku menancap di ban mbak, jadi harus di tambal...

GENDERUWO MANAK

Sepulang sekolah kulajukan sepeda motor lusuhku. Sepeda motor lusuh? Ya, sepeda motor yang sudah dua minggu tak pernah mandi, apa lagi gosok gigi...he he he. Sebenarnya sepeda motorku tergolong sepeda motor yang masih muda dan bergaya, saking sang empunya saja yang tak pandai mendandaninya. Setibanya di pertigaan jalan yang memisahkan dua kecamatan, yaitu kecamatan Bangsal dan Mojoanyar, beberapa titik air jatuh mengenai kacamataku. "Lho, hujan?", Hatiku berbisik lirih Tetap kulajukan sepeda motorku dengan kencang agar sampai di rumah dalam kondisi tak kehujanan. Sesekali kulihat spedometer motorku, tak terasa menunjukkan angka 70 km/jam. Sesampainya di desa Lengkong, kuhentikan laju sepeda motorku ketika hujan turun makin deras. Segera kupakai jas hujan polkadot hitam putih yang tersimpan rapi di bawah jok sepeda motorku agar badanku tak basah kuyup. Saat itu matahari bersinar dengan terik , tetapi hujan turun dengan derasnya. Kulihat banyak anak kecil berlarian kesana kemar...

Juluran Lidah Mertua di Tengah Kota

Gambar
Ketika berkunjung ke kota pahlawan, nampak tersaji pemandangan yang apik di sepanjang jalan. Perpaduan warna warni dari pot yang berasal dari tong bekas cat yang ditanami bunga lidah mertua menambah cantik panorama tengah kota. Tentu saja pemilihan bunga lidah mertua bukan tanpa sebab, tetapi manfaat dari bunga yang satu ini membuat satu dari beribu bunga di pilih sebagai tanaman hias di jalan protokol di Surabaya. Bunga lidah mertua memiliki nama lain  Sanseveiria trifasciata merupakan salah satu tanaman hias yang paling mudah di temukan. Tanaman ini berbentuk pedang panjang, berwarna hijau dan kuning di tepinya. Tanaman ini disebut juga dengan snake plant (tanaman ular) karena bentuk dan motif harusnya mirip ular. Bunga lidah mertua memiliki daun keras, tegak dan ujungnya meruncing. Pemberian nama lidah mertua pada bunga ini kemungkinan disebabkan karena bentuknya yang tajam, setajam lidah mertua.....he he he Bunga lidah mertua tergolong tanaman yang mudah perawatanny...