Sekedar Mimpi
Yu mar, kami memanggilnya dengan sebutan itu. Tetanggaku yang memiliki nama lengkap Marsiti ini tergolong orang yang ulet dan suka bekerja keras. Segala pekerjaan dilakoninya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai buruh cuci, buruh setrika, buruh tandur dan buruh masak.
Suatu hari yu Mar ada pekerjaan yang sangat banyak, yaitu tandur (menanam ) padi di sawah pak Kusno, mencuci pakaian di rumah pak Irfan, menyetrika baju di rumah Bu Alvin, memasak di warung Bu Diana.
Sepulang bekerja, yu Mar menemukan sesuatu yang terbungkus tas plastik berwarna hitam. Tanpa pikir panjang, segera diambil barang tersebut. Tas plastik tersebut dibuka, ternyata berisi kotak perhiasan. Alangkah terkejutnya kedua bola matanya melihat seperangkat perhiasan berwarna kuning dengan ukuran besar. "Alhamdulilah nemu rejeki rek, aku iso budal umroh ", bisiknya dalam hati. Bayangan segepok uang jika perhiasan ini dijual untuk mewujudkan cita-citanya umroh ke tanah suci terus menghantuinya. Dengan baju ihrom berwarna putih, yu Mar melaksanakan thawaf yaitu mengelilingi Ka'bah. Bayangan inipun tiba-tiba berakhir setelah Maryono, anak lelakinya membangunkan tidur lelapnya yang menggunakan mukena putih karena selesai sholat dhuhur.
#pentigraf ke tujuh
Komentar
Posting Komentar