GENDERUWO MANAK

Sepulang sekolah kulajukan sepeda motor lusuhku. Sepeda motor lusuh? Ya, sepeda motor yang sudah dua minggu tak pernah mandi, apa lagi gosok gigi...he he he. Sebenarnya sepeda motorku tergolong sepeda motor yang masih muda dan bergaya, saking sang empunya saja yang tak pandai mendandaninya.
Setibanya di pertigaan jalan yang memisahkan dua kecamatan, yaitu kecamatan Bangsal dan Mojoanyar, beberapa titik air jatuh mengenai kacamataku.
"Lho, hujan?", Hatiku berbisik lirih
Tetap kulajukan sepeda motorku dengan kencang agar sampai di rumah dalam kondisi tak kehujanan. Sesekali kulihat spedometer motorku, tak terasa menunjukkan angka 70 km/jam. Sesampainya di desa Lengkong, kuhentikan laju sepeda motorku ketika hujan turun makin deras. Segera kupakai jas hujan polkadot hitam putih yang tersimpan rapi di bawah jok sepeda motorku agar badanku tak basah kuyup.
Saat itu matahari bersinar dengan terik , tetapi hujan turun dengan derasnya. Kulihat banyak anak kecil berlarian kesana kemari ditengah hujan sambil berteriak       " hoyy... genderuwone manak"





#pentigraf ke 1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji pewarna alami pada tahu kuning

Konsumsi kenikir, asam urat menyingkir

Terbang ke Awan