Paku Kiriman
Jam menunjukkan pukul setengah tiga, saatnya kami beranjak meninggalkan tempat kerja. Seperti biasanya, antrian ceklok yang berada di depan ruang TU mengular bak antrian nasabah bank hendak mengambil uang tabungan.
Selepas ceklok, segera kumenuju tempat parkir yang berada di samping kelas dua belas. Tiba-tiba kurasakan hal yang ganjil pada sepeda motorku. Terasa berat saat ku dorong keluar dari tempat parkir. Tetap saja ku kendarai meskipun kurasakan tak senyaman seperti biasanya. Bagian belakang sepeda motorku bergoyang lenggak lenggok seperti penari tik tok yang sedang viral saat ini.
Kuhentikan laju sepeda motorku di depan bengkel. "Pak, tambah angin ban bagian belakang ya", pintaku pada bapak setengah baya penunggu bengkel tersebut. Sejurus kemudian bapak bengkel menjulurkan selang angin ke arah ban sepeda motorku. Belum sempat angin dikeluarkan, bapaknya memintaku melihat kondisi ban sepeda motorku. "Ada dua buah paku menancap di ban mbak, jadi harus di tambal", ucap bapak bengkel padaku. Seketika pikirku melayang tak karuan, apakah ini ciri-ciri terkena santet. Jangan-jangan paku itu akan dikirim padaku tetapi nyasar ke ban sepeda motorku.
#pentigraf ketiga
Komentar
Posting Komentar