Kurang Asem
Sepeda motorku sudah saatnya masuk bengkel untuk service body. Hampir tiga bulan belum tersentuh pijatan halus pak Sardi, sang mekanik bengkel motor langgananku.
Aku berhenti di salah satu gerai ATM, hendak mengambil beberapa lembar uang untuk biaya service sepeda. Kulihat masih ada gadis berperawakan tinggi berambut lurus panjang terjuntai tanpa ikat di dalam gerai. Hampir lima belas menit kunanti gadis itu menyelesaikan transaksinya. Sesekali kulihat, ia sibuk memainkan handphone miliknya seperti kebingungan. Kesemutan pada kakiku pun mulai menghampiriku karena lamanya berdiri. Akupun beralih duduk di kursi panjang terbuat dari besi yang terletak disamping gerai ATM.
Akhirnya gadis tersebut keluar dari gerai. "Alhamdulilah gerai ATM sudah kosong, tibalah giliran ku", bisikku lirih. Akupun berdiri menuju gerai, tiba-tiba kulihat gadis itu menolehkan kepalanya ke kanan dan kekiri seakan hendak mencari bantuan. Benar saja ketika aku melewatinya dia bertanya padaku, "mbak, saya dari tadi memasukan kartu di mesin ATM kok ndak bisa ya", tanya gadis itu padaku sambil menunjukkan kartunya. Kulihat sebentar lalu kujawab "mbak, ini kartu SIM (Surat Ijin Mengemudi) bukan kartu ATM sampai lebaran monyetpun Ndak akan bisa masuk di mesin ATM", jawabku sambil menggerutu meninggalkan gadis itu. Kurang asem, hampir setengah jam aku menunggunya di luar ternyata salah kartu. Dasar gadis ndesit tidak bisa membedakan kartu SIM dan kartu ATM.
#pentigraf kesebelas
😅😅😅😅anekdot 🤭🤭
BalasHapusHa ha ha
Hapus