Garam, Musuh Bebuyutan Lintah
Hewan yang berwarna hitam atau coklat tua, pipih, beruas-ruas serta memiliki alat penghisap darah di ujung kepala dan ujung ekor ini bisa hidup di darat, laut maupun air tawar. Lintah berkembang biak dengan cara bertelur dan menyimpannya pada kantung khusus. Biasanya telur lintah air tawar di lekatkan pada suatu benda di bawah permukaan air tawar.
Tubuh lintah banyak mengandung lendir berjalan dengan cara menggerakkan otot longitudinal dan sirkularnya, mendorong diri sendiri dengan cara berseling, mengontraksikan (menegangkan dan memendekkan) lalu memanjangkan bagian tubuhnya.
Cara yang paling mudah untuk membunuh lintah yaitu dengan cara menaburkan garam dapur di permukaan tubuhnya.
Penaburan garam dapur di tubuh lintah dapat membunuh lintah dengan segera dan mati dalam keadaan menyusut/mengecil.
Saat garam menempel di permukaan kulit lintah, garam akan larut pada lendir yang digunakan lintah untuk berjalan sehingga menjadi larutan garam. Konsentrasi larutan garam lebih pekat daripada lendir yang ada pada tubuh lintah sehingga lendir pada tubuh lintah akan keluar melalui kulit lintah. Fenomena perpindahan lendir dari tubuh lintah (larutan encer) ke larutan garam (larutan pekat) melalui selaput semi permeabel (kulit lintah) disebut proses osmosis.
Oleh karena lendir di dalam tubuh lintah keluar, maka lintah akan kekurangan banyak air/lendir sehingga lintah mengalami dehidrasi dan akan mati dalam keadaan menyusut (mengecil) bahkan kering.
#salam literasi
Komentar
Posting Komentar