Sifat Osmosis Cairan Infus


Ketika kita berkunjung ke  rumah sakit maupun puskesmas, pemandangan yang tak asing kita lihat adalah cairan yang ditinggikan dan dialirkan melalui selang kecil ke dalam tubuh pasien. Cairan ini disebut dengan infus. 
Apa sebenarnya cairan infus tersebut?
Infus merupakan perawatan medis di rumah sakit yang dilakukan dengan memberikan cairan dan obat langsung melalui pembuluh darah. Jadi cairan infus disuntikkan atau dimasukkan ke dalam tubuh manusia melalui pembuluh darah. 
Bagaimana cairan infus bisa masuk ke dalam pembuluh darah manusia?
Prinsip kerja caian infus memanfaatkan konsep sifat zat cair dan tekanan osmotik pada zat cair. 
Infus menerapkan konsep dasar fisika sifat  zat cair, dimana zat cair akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah.  Oleh karena itu kita sering melihat tabung infus dipasang dengan posisi lebih tinggi dari tubuh atau tepatnya jantung pasien yang diberi infus, sehingga cairan infus dapat masuk ke dalam pembuluh darah pasien. Apabila tabung infus diletakkan sejajar atau di posisi lebih rendah daripada posisi pasien, maka cairan tidak akan masuk ke dalam pembuluh darah tetapi sebaliknya, darah akan masuk ke dalam cairan infus.
 
Cairan infus bisa masuk ke dalam pembuluh darah manusia, karena cairan infus memiliki sifat osmosis yaitu kemampuan berpindahnya larutan encer ke larutan pekat melalui  membran atau selaput semipermeabel. Selaput semipermeabel merupakan selaput yang hanya bisa dilewati oleh partikel-partikel tertentu atau molekul-molekul pelarut tetapi tidak dapat dilewati oleh molekul-molekul zat terlarut. 

Tekanan osmosis pada cairan infus merupakan besarnya tekanan yang diberikan oleh cairan infus untuk melewati selaput darah manusia. Tekanan osmosis merupakan salah satu sifat koligatif larutan yaitu sifat yang hanya dipengaruhi oleh jumlah/banyaknya partikel zat terlarut. 
Darah memiliki konsentrasi yang lebih pekat daripada cairan infus, karena adanya tekanan osmosis pada cairan infus sehingga dapat masuk kedalam darah manusia melalui selaput permeabel darah.

Tekanan osmosis pada larutan ada tiga jenis, yaitu:
  1. Larutan yang memiliki tekanan osmotik lebih rendah dari yang lain disebut larutan Hipotonis.
  2. Larutan yang mempunyai tekanan osmotik lebih tinggi dari yang lain disebut larutan Hipertonis.
  3. Larutan-larutan yang mempunyai tekanan osmotik sama disebut Isotonis.
Larutan infus yang akan diberikan pada pasien harus dibuat bertekanan sama (isotonik) dengan tekanan cairan darah pasien. Hal ini bertujuan untuk menghindari kerusakan pada sel darah maupun pembuluh darah.
Jika tekanan cairan infus lebih tinggi (hipertonis) dari darah pasien maka akan terjadi pecahnya sel darah pasien akibat banyaknya cairan infus yang masuk ke dalam pembuluh darah. Namun jika tekanan cairan infus rendah (hipotonis) maka akan menyebabkan masuknya air ke dalam darah sehingga terjadi penggelembungan dan pecahnya sel darah.

#salam literasi
#semoga kita selalu sehat







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji pewarna alami pada tahu kuning

Konsumsi kenikir, asam urat menyingkir

Terbang ke Awan