PERUBAHAN KIMIA PADA PEMBAKARAN SATE

Siapa yang tak kenal dengan makanan yang satu ini? Kita semua pasti pernah mengkonsumsinya. Ya... sate nama makanan yang satu ini. Makanan yang terbuat dari bahan daging (ayam, kambing, sapi) yang diiris kecil-kecil, ditusuk pada sujen kemudian di bakar pada arang yang membara. Untuk menambah aroma dan cita rasa sate berbagai macam bumbu di berikan. Sebelum sate di bakar, daging yang telah di tusuk pada sujen dicelipkam di dalam bumbu cair yang terbuat dari kecap, minyak goreng, bawang putih, bawang merah, ketumbar kemudian dibakar hingga berwarna coklat kehitaman. Pada saat pembakaran terdapat asap yang mengepul di permukaan sate. Arangpun berubah dari hitam menjadi merah membara dan pada akhirnya terbentuk abu. 
Pada saat pembakaran sate terjadi perubahan kimia yaitu perubahan yang bersifat tetap dan membentuk zat baru. Zat baru yang terbentuk adalah daging yang semula berwarna merah berubah menjadi coklat kehitaman dan terbentuk asap diatas sate. Pada pembakaran arang juga terjadi perubahan kimia yaitu arang berubah menjadi abu. 
Perubahan kimia disebut juga dengan reaksi kimia. 
Ada beberapa ciri-ciri reaksi kimia yaitu terbentuknya gas, terjadi perubahan warna, terjadi perubahan suhu, dan terbentuknya endapan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uji pewarna alami pada tahu kuning

Konsumsi kenikir, asam urat menyingkir

Terbang ke Awan